quickedit{ display:none;

Laman

http://koncoinfo.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Obat herbal mengobati sakit gigi



Sakit gigi banyak penyebabnya diantaranya darah kotor, terserang bakteri, gangguan perut, kurang vitamin C, gigi rapuh, kurang kebersihan.  Rajinlah sikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur untuk menjaga kesehatan gigi.
Cara pengobatan :
1.       Daun meniran                   : 50 gr
2.       Kunyit                                : 10 gr
3.       Buah pinang                      : 0,5 gr
4.       Garam dapur secukupnya
Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus, diseduh dengan air mendidih satu gelas, kemudian disaring diminum satu kali habis, berkumurlah dengan air hangat ditabah garam.
Ambillah lendir bekicot, masukkan kapas, sumbatkan pada gigi yang

Menghilangkan bekas jerawat



Noda hitam bekas jerawat sering membuat remaja rendah diri, sehingga penampilan jadi terganggu.  ini cara untuk menghilangkannya.
Menggunakan lidah buaya
Bahan-bahan :
1.       Lidah buaya 2 batang
2.       Bedak talek secukupnya
Lidah buaya dikupas, dicuci yang bersih diiris kecil-kecil kemudian dijus sampai halus, dijemur selama lima menit supaya dipakai tidak gatal.

Cara pemakaiannya :
Wajah dibilas dulu memakai air hangat, keringkan memakai handuk.  Kegunaan air hangat untuk membuka pori-pori kulit, kemudian ambil lendir lidah buaya secukupnya dan tambahkan bedak talek campurkan jadi satu hingga lumat, dibuat untuk masker.  Oleskan pada wajah menjelang tidur, bangun tidur dibersihkan memakai air hangat dan dingin.  Lakukan secara rutin sehingga noda hitam bekas jerawat hilang.

Merangsang tumbuhnya kumis



Kumis merupakan kebanggaan bagi pria, bahkan ada yang berlebihan.  Laki-laki tanpa kumis dianggap tidak jantan, sebenarnya tidak demikian, ada obat yang dapat merangsang tumbuhnya kumis.
Ambillah cacap atau lender yang ada pada pergelangan kaki kambing (yang sudah disembelih), ambillah lendirnya, oleskan pada tempat tumbuhnya kumis.  Sebelumnya bersihkan dulu pakai alat cukur.  Untuk mendapatkan hasil maksimal, sering-seringlah diolesi lendir tadi.  Atau menggunakan telur udang, caranya sama.

Menghaluskan kulit badan



Ada beberapa cara untuk menghaluskan kulit badan:

a.       Cara yang sederhana
Menggunakan daun kembang sepatu.  Caranya, ambil daun kembang sepatu yang masih agak muda secukupnya, ditumbuk yang halus ditambah air, kemudian digosokkan keseluruh  anggota badan, biarkan selama tiga menit bilas menggunakan air.  Memakainya sebelum mandi pakai sabun, niscaya kulit anda menjadi halus.
b.      Menggunakan bedak mangir
Bahan-bahan yang dipergunakan:
1.       Tepung beras                            : ¼ kg
2.       Temugiring                                : ¼ ons
3.       Kencur                                        : 1 ons
4.       Kayu wangi                                : ½ ons
5.       Kayu manis                                : ½ ons
6.       Kulit jeruk purut                       : 1 biji
7.       Adas pulosari                             : 1 ons

Cara membuat:
Bahan no. 2 dan 3 dikupas dicuci yang bersih, diiris-iris dikeringkan.  Bahan no. 4-7 juga dikeringkan.  Kemudian bahan no. 2-7 ditumbuk jadi satu sampai halus, diayak diambil yang paling halus, tambahkan tepung beras yang halus kemudian diaduk sampai rata.  jadilah bedak mangir.
Cara pemakaiannya:
Setiap akan mandi atau akan tidur, ambil bedak mangir satu sendok the tambah dengan air, gosokkan keseluruh tubuh, biarkan sampai kering, kemudian mandi, atau setiap akan tidur.
Fungsi dari bedak mangir:
Ø  Membersihkan kotoran yang masuk ke pori-pori kulit
Ø  Menghaluskan kulit, memuithkan kulit
Ø  Menghilangkan bau badan
Keterangan :
Cara membuat tepung beras : beras direndam di dalam air sampai enam jam, jika sudah cukup di saring dengan kalo (bahasa jawa) atau tempat yang bisa mentutaskan air supaya beras jadi kering, kemudian diselep dan diayak diambil yang paling lembut dikeringkan.

Kamis, 14 Maret 2013

Penyakit Menurun dan CACAT yang tidak Terpaut Kromosom seks



Apa itu kromosom ??
Nanti akan saya jelaskan pada BAB berikutnya, mungkin berikut ini hanya sekedar informasi singkat dari penjelasan kromoson.
Bagian terkecil  secara structural dan fungsional dari makhluk hidup adalah sel.  Sel memiliki bagian inti sel yang disebut nucleus.  Pada inti sel , terdapat jalinan benang-benang halus yang dinamakan kromaitn.  Ketika sel mengalami pembelahan, benang-benang kromatin akan membentuk pilinan yang padat.. struktur hasil pengompakan benang kromatin tersebut dinamakan kromosom.
Lanjut dari pokok pembahasan.
Penyakit menurun memiliki cirri-ciri antara lain tidak dapat disembuhkan, tidak menular dan bisanya dikendalikan oleh gen resesif.  Cacat adalah kelainan pada manusia yang disebabkan oleh gen yang terdapat pada aotusom atau gonosom.  Penyakit menurun ada yang terpaut seks dan ada pula yang tidak terpaut seks. Berikut beberapa penyakit-penyakit tersebut.

a.       Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah kelainan pada tubuh sehingga glukosa terbuang bersama urine.  Dalam ilmu pengobatan diabetes melitus, keberhasilan yang paling berharga merekayasa bakteri untuk menghasilkan insulin untuk manusia.  Insulin diperoleh dari hewan, Insulin ini dibutuhkan bagi mereka yang berpenyakit diabetes.

b.      Albino
Albino merupakan kelainan yang terdapat pada warna kulit dan organ tubuh lainnya.  Kelainan ini disebabkan tubuh seseorang tidak mampu membentuk enzim pengubah asam amino tirosin menjadi beta 3,4 dihidroksi fenilalanin yang selanjutnya akan diubah menjadi pigmen melanin.  Oleh karena itu, orang albino tidak memiliki pigmen melanin sehingga rambut dan badannya putih.

c.       Fenilketonuria (FKU)
Fenilketonuria adalah kelainan pada manusia sehingga tidak mampu melakukan metabolism fenilalanin.  Hal tersebut menyebabkan terjadinya penimbunan asam amino dalam darah yang kemudian dibuang mellalui ginjal bersama urine.  Fenilalanin merupakan asam amino esensial yang tidak dapat dibuat dalam tubuh, melainkan hanya didapat dari makan.

d.      Polidaktili
Polidaktili adalah kelainan yang diwariskan oleh gen autosom dominan “P”, sedangkan gen “p” untuk normal.  Oleh karena kelainan ditentukan oleh autosom, ekspresi gen yang terjadi akan berbeda sehingga lokasi tambahan jari pun akan berbeda.
Penderita polidaktili memiliki jumlah jari tangan dan kaki lebih banyak dari orang normal.

e.      Thalassemia
Thalassemia merupakan kelainan genetic yang disebabkan oleh rendahnya kemampuan pembentukan hemoglobin karena terjadi gangguan pada salah satu rantai globin.  Hal ini menyebabkan kemampuan eritrosit dalam mengangkut oksigen sengat rendah (anemia).

f.        Dentinogenesis imperfect
Dentinogenesis imperfect adalah suatu kelainan pada gigi manusia yang menyebabkan tulang gigi (dentin) berwawna putih seperti air susu.  Kelainan tersebut disebabkan oleh gen Dt, sedengkan keadaan normal diatur oleh gen Dt.

g.       Phenylthiocarbamide (PTC)
Sebagian orang yang mampu merasakan rasa pahit dan sebagian orang yang lainnya tidak mampu merasakn pahit disebut buta kecap.  Kelainan ini dikendalikan oleh gen “ t “.  orang yang mampu merasakan pahit diatur oleh gen “ T ”.

h.      Katarak
Katarak adalah penyakit keturunan berupa kerusakan kornea mata yang menyebabkan kebutaan.   Kelianan tersebut dikendaliakan oleh gen “ K “ dan sifat normal dikendalikan oleh gen “ k “.

i.         Anonychia
Anonychia adalah kelainan pada sebagian jari sehingga tidak terdapat kuku.  Gen “ Ac “ menimbulkan kelainan sedangkan gen “ ac “ tidak akan menimbulkan kelainan (normal). Gen-gen tersebut terdapat pada autosom.

j.        Botak
Gen botak dalam ekspresinya dibatasi oleh jenis kelamin.  Artinya, genotype yang sama memilliki ekspresi yang berbeda pada jenis kelamin yang berbeda.  Gen yang menyebabkan botak adalah gen “ B “ dan gen yang menyebabkan seseorang memiliki rambut normal adalah gen “ b “.

k.       Retinal Apiasia
Retinal Apiasia adalah kelainan pada mata sehingga seseorang akan mengalami kebutaan sejak lahir.  Kelainan tersebut dikendalikan oleh gen “ R “, dan sifat normal dikendalikan oleh gen “ r “.